Esai Kecil dengan topik “ Teori – Teori Belajar : Teori Humanistik”
Pendidikan humanistik sebagai sebuah nama pemikiran atau teori pendidikan dimaksudkan sebagai pendidikan yang menjadikan humanisme sebagai pendekatan. Dalam istilah atau nama pendidikan humanistik, kata “humanistik” pada hakikatnya adalah kata sifat yang merupakan sebuah pendekatan dalam pendidikan (Mulkhan, 2002). Asumsi dari teori humanistik sendiri bahwa teori belajar apapun baik dan dapat dimanfaatkan, asal tujuannya untuk memanusiakan manusia yakni pencapaian aktualisasi diri, pemahaman diri, serta realisasi diri orang belajar secara optimal (Assegaf, 2011). Tujuan belajar menurut teori humanistik adalah memanusiakan manusia. Pembelajaran dianggap berhasil apabila peserta didik memahami lingkungan dan dirinya sendiri. Pembelajaran humanistik memandang siswa sebagai subjek yang bebas untuk menentukan arah hidupnya. Siswa diarahkan untuk bisa bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Pendidikan humanistik menekankan bahwa utama dari pendidikan adalah bagaimana menjalin komunikasi dan relasi personal antara pribadi-pribadi dan antar pribadi serta kelompok di dalam komunitas sekolah(Qodri, 2017). Abraham Maslow dikenal sebagai pelopor aliran psikologi humanistik. Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin. Teorinya yang sangat terkenal sampai dengan hari ini adalah teori tentang Hierarchy of Needs (Hirarki Kebutuhan). Manusia memiliki 5 macam kebutuhan yaitu physiological needs (kebutuhan fisiologis), safety and security needs (kebutuhan akan rasa aman), love and belonging needs (kebutuhan akan rasa kasih sayang dan rasa memiliki), esteem needs (kebutuhan akan harga diri), dan self-actualization (kebutuhan akan aktualisasi diri). Sehingga pendidikan humanistik haruslah pendidikan yang mencakup lima kebutuhan tersebut (Arbayah, 2013).
Dengan menerapkan teori
humanistik dalam proses pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
Prestasi belajar merupakan hasil dari belajar yang dicapai oleh siswa dengan
beberapa kriteria yang sudah ditetapkan. Hal ini menandakan bahwa objek yang
dinilai ialah hasil belajar siswa. Pada hakikatnya hasil belajar siswa adalah
perubahan tingkah laku siswa tersebut yang meliputi beberapa aspek, yakni aspek
kognitif, afektif dan psikomotor (Sudjana, 2005). Prestasi belajar ialah buah
dari proses belajar yang telah dilakukan. Melalui prestasi belajar ini seorang
siswa dapat mengetahui kemajuan yang telah dicapainya pada saat pembelajaran.
Sesuai dengan makna dan tujuan dari teori humanistik sendiri, yakni menyampaikan
konsep pendidikan untuk membentuk manusia yang dicita-citakan serta mengenai
proses belajar dalam bentuk yang paling ideal. Berdasarkan hal tersebut, pendidikan
diharapkan mampu menjadikan anak didik sebagai pelaku pendidikan sehingga mampu
membentuk pribadi yang unggul, pribadi utuh dan pribadi yang memiliki ketangguhan
dan kesiapan dalam menghadapi era persaingan global dan nilai-nilai daya saing
yang tinggi dan kritis terhadap berbagai permasalahan (Haryu, 2006). Dengan terwujudnya cita-cita atau tujuan pendidikan,
maka diharapkan siswa mampu meningkatkan prestasi belajarnya yang mana hal
tersebut bisa dijadikan sebuah simbol kesuksesan dari proses pembelajaran dalam
dunia pendidikan.
Daftar rujukan
1. Arbayah. (2013). Model Pembelajaran Humanistik.
Dinamika Ilmu Vol 13. No. 2,
Desember, 205.
2. Assegaf, R. (2011). Filsafat Pendidikan Islam,
Paradigma Baru Pendidikan Hadhari
Berbasis
Integratif-Interkonektif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
3. Haryu. (2006). Aplikasi Psikologi Humanistik dalam
Pendidikan di Indonesia.
Tadrîs Volume
1.Nomor 1. , 77.
4. Mulkhan, A. M. (2002). Nalar Spiritual Pendidikan:
Solusi Problem Filosofis
Pendidikan Islam.
Yogyakarta: Tiara Wacana.
5. Qodri, A. (2017). TEORI BELAJAR HUMANISTIK DALAM MENINGKATKAN PRESTASI
BELAJAR SISWA Abd. Jurnal Pedagogik, 04(02), 188–202.
Comments
Post a Comment