Gaya Belajar Auditori Dalam Pembelajaran
Gaya belajar didefinisikan sebagai cara manusia berkonsentrasi, menyerap, memproses, dan menampung informasi yang baru dan sulit (Barbara Pranshnig, 2007). Lebih lanjut Eric Jensen (2010) mendefinisikan gaya belajar sebagai satu cara yang disukai untuk berpikir, mengolah, dan memahami informasi. Menurut DePorter & Hernacki (2002) gaya belajar merupakan suatu kombinasi dari bagaimana siswa menyerap, dan kemudian mengatur serta mengolah informasi. Gaya belajar seseorang adalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan, di sekolah dan dalam situasi antar pribadi.
Dari sekian banyaknya permasalahan pendidikan, persoalan pembelajaran yang kurang efektif merupakan salah satu permasalahan yang paling banyak ditemui ditiap-tiap sekolah. Salah satu faktor dari permasalahan tersebut adalah gaya mengajar guru yang tidak sesuai dengan gaya belajar siswa. Gaya belajar pada setiap siswa ini berbeda-beda. Menurut Richard Bandler, John Grinder, dan Michael Grinder mengidentifikasi tiga gaya belajar, yakni; (1) Visual, yakni belajar melalui melihat sesuatu; (2) Auditori, yakni belajar melalui mendengar sesuatu, dan (3) Kinestetik, yakni belajar melalui aktivitas fisik dan keterlibatan langsung", dikutip dari Rose dan Nicholl (2006).
Sebuah penelitian mengungkapkan adanya perbedaan gaya belajar di antara siswa. Setiap individu lebih suka belajar dengan cara yang berbeda serta kemampuan menyerap informasi meningkat secara signifikan ketika orang dapat berpikir, bekerja dan berkonsentrasi dalam kondisi yang disenanginya. Sehingga, kunci menuju keberhasilan proses pembelajaran salah satunya dengan mengerti dan mengetahui gaya belajar dari setiap siswa, menerima kekuatan dan kelemahan diri sendiri dan sebanyak mungkin menyesuaikan preferensi pribadi dalam setiap situasi pembelajaran. Apabila siswa tidak bisa belajar dengan cara guru mengajar, maka guru harus belajar mengajar mereka dengan cara siswa bisa belajar karena semua gaya belajar itu bagus.
Pada kali ini kita akan membahas tentang gaya belajar auditori. Siswa yang memiliki gaya belajar auditori ialah siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga (alat pendengarannya). Siswa yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Mereka dapat mencerna dengan baik informasi yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal- hal auditori lainnya. Terkadang informasi tertulis sulit diterima oleh siswa yang memiliki gaya belajar auditori. Siswa bergaya belajar seperti ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset atau dvd.
Tipe auditorial: berbicara kepada diri sendiri saat bekerja, mudah terganggu oleh keributan, menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca, senang membaca dengan keras dan mendengarkan, dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama, dan warna suara, mereka kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam berbicara, berbicara dengan irama yang terpola, biasanya pembicara yang fasih, lebih suka musik daripada seni, belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat, suka berbicara, suka berdiskusi dan menjelaskan segala sesuatu panjang lebar, mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visualisasi seperti memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain, lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya, lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik (DePorter & Hernacki, 2002: 118).
Berikut strategi untuk mempermudah dan meningkatkan proses belajar tipe auditorial, yaitu:
1. Mengajak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi, baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
2. Sering-sering untuk membaca materi atau menjelaskan materi secara langsung
3. Gunakan musik dalam proses belajarnya
4. Diskusikan ide secara verbal.
5. Merekam materi pelajarannya ke dalam recorder, dvd dan sebagainya. Lalu dorong untuk mendengarkannya sebelum tidur.
Daftar Rujukan
1. DePorter, Bobbi & Mike Hernacki.(2002). Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Kaifa.
2. Muhibbin Syah. (2010). Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.
3. Sugihartono.(2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.
4. Marpaung, J. (2015). Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa. KOPASTA: Journal of the Counseling Guidance Study Program, 2(2).
Comments
Post a Comment