Teori Kognitivististik - Jerome Burner
Teori belajar kognitif merupakan tipe belajar dengan
konsep utamanya mengarah fokus pada perkembangan dan pengaruh dari konsep
kecerdasan yang dimiliki siswa. Teori kognitif membangun kemampuan kognitifnya
melalui tindakan yang secara sendiri termotivasi oleh lingkungan. Dalam teori
kognitif, belajar akan merubah persepsi dan pemahaman anak didik, dalam
perjalanannya belajar akan berhasil jika materi pembelajaran dapat
berkolaborasi dengan struktur kognitif siswa (Thobroni, 2015, p. 50). Jerome
Bruner merupakan tokoh kognitivisme yang berpengaruh pada bidang psikologi di
abad-20 yang lahir pada akhir tahun 1915 di tanggal 1 Oktober (Kurniawan, 2021,
pp. 21-37 ). Teori kognitif menurut Bruner ada 3 tahapan sistematis untuk
meningkatkan hasil belajar, yaitu:
1. Enaktif : Enactive (Pembelajaran Enaktif) memiliki
persamaan dengan teori Piaget yang disebut kecerdasan inderawi, yaitu dengan
manipulasi objek secara nyata dalam pembelajaran agar mencapai suatu
pengetahuan dan pemahaman.
2. Ikonik : Iconic (Pembelajaran Ikonik) dilakukan
melalui sebuah gambaran, anak-anak memberi gambaran atau mempresentasikan yang
ada dalam pikiran mereka tentang sebuah gambaran suatu objek
3. Simbolik : Symbolic (Pembelajaran Simbolik) yaitu
belajar melalui pengalaman abstrak, pembelajaran satu ini sama dengan
operasional formal dalam proses berfikir teori Piaget.
Dengan tiga tahapan yang diluncurkan oleh Bruner,
berharap pembelajaran bukan hanya memunculkan kecerdasan semata, tetapi tujuan
pendidikan ditekankan pada bagaimana siswa memperoleh hasil memuaskan
berdasarkan keaktifan anak dalam belajar dan menyesuaikan tuntutan khusus
pembelajaran yang telah ditentukan. Tiga tahapan proses belajar Bruner
ditentukan melalui kemampuan guru dalam mengorganisasi pembelajaran yang disesuaikan
dengan gaya belajar siswa maisngmasing, artinya anak-anak didik mempelajari
bahan ajar sesuai tingkat kemampuannya dan guru harus mengkondisikan anak untuk
aktif berperan dalam pembelajaran (Nugroho, 2015, pp. 281-304). Bruner ialah ahli dalam psikologi perkembangan kognitif
menyumbangkan teori belajar discovery leaning atau sering disebut dengan
belajar penemuan. Jerome Bruner mendefinisikan teori discovery learning yang
menyatakan bahwa materi ajar bukan resmi final untuk diberikan langsung kepada
siswa, tetapi perlu adanya kegiatan mental siswa dalam pembentukan pengetahuan
yang baru dalam struktur kognitif anak (Purwaningrum, 2016, pp. 145-157).
Paham
kognitivisme mengutamakan proses pembelajaran daripada hasil belajar dan
mengungkapkan bahwa perlu adanya metode pembelajaran yang mempu mengaktifkan
kognitif siswa dalam proses pembelajarannya. Peran guru dalam teori belajar
ini, tidak begitu aktif, guru hanya sebagai fasilitator anak didik dalam
pembelajaran. Kebutuhan waktu pelaksanaan pembelajaran dengan teori belajar ini
akan lebih lama dibandingkan dengan belajar melalui model ceramah atau sekedar
hafalan. Teori kognitif menganggap bahwa proses pembelajaran merupakan
kebutuhan dalam mengolah pikiran atau bisa dikatakan bahwa belajar adalah
proses berfikir secara mendalam, sehingga perlu langkah tertentu dalam jangka
waktu tertentu pula.
Daftar Pustaka
Thobroni, M. (2015). Belajar Dan Pembelajaran Teori Dan Praktik. Ar-Ruzz Media.
Kurniawan, W. Y. (2021). Implementasi Teori Belajar Konstruktivistik Jerome Bruner Dalam Pembelajaranpendidikan Agama Islam Di Smp Negeri 9 Yogyakarta. Islamika : Jurnal Keislamandan Ilmu Pendidikan, 03(01), 21–37.
Purwaningrum, J. P. (2016). Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Melalui Discovery Learning Berbasis Scientific Approach. Refleksi Edukatika: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 06(02), 145–157.
Nugroho, P. (2015). Pandangan Kognitifisme dan Aplikasinya Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Anak Usia Dini. ThufulA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal, 3(2), 281–304
Comments
Post a Comment