Teori Belajar Sosial

 

Teori belajar sosial (social learning theory) adalah sebuah teori belajar yang dapat dikatakan termasuk relatif baru jika dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. Teori belajar sosial didasarkan dari perluasan teori belajar tingkah laku (behavioristik). Teori belajar sosial ini tentang bagaimana tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Teori belajar sosial ini dikambangkan oleh Albert Bandura seorang ahli dalam bidang psikologi yang lahir di kanada pada tanggal 4 Desember 1925. Beliau mengemukakan teori kognitif sosial (social cognitive thoery) yang menyatakan bahwa faktor sosial dan kognitif sangat berdampak dan berperan penting dalam proses pembelajaran. Menurut Bandura, orang belajar banyak melalui peniruan, bahkan tanpa adanya penguat (reinforcement). Terdapat dua tokoh utama dalam teori Albert Bandura dan Lev Vygotsky.

1. Albert Bandura

Di dalam karyanya sendiri Albert Bandura menyatakan jika lingkungan sekitar yang paling banyak memberikan pengaruh atas perubahan perilaku dan proses belajar individu (Santrock, 2008). Menurut Bandura sesorang bertindak meniru hal yang pernah ia saksikan dan amati. Meninjau hal tersebut, perlu adanya pengontrolan dalam diri manusia agar bisa menentukan perilaku sosial mana yang patut ditiru dan yang mana yang tidak boleh dilakukan. Dapat disimpulkan pernyataan bandura bahwa kebanyakan manusia menggunakan pengamatan perilaku orang lain dengan cara yang selektif untuk belajar (Kard, 1997:14). Teori belajar Bandura jika tidak diiringi dengan filter atau kontrol yang baik, maka individu akan meniru perilaku sekitarnya yang mungkin saja itu adalah hal buruk. Bagian inilah yang bisa menjadi kekurangan dari teori Bandura.

2. Lev Vygotsky

Vygotsky berpandangan bahwa hubungan sosial dengan masyarakat sekitar akan lebih banyak mengambil peran proses belajar seseorang sehingga nantinya akan terbentuk pengetahuan baru. Teori dari Vygotsky meliputi adanya zone of proximal development yang merupakan bentuk kemampuan pemecahan masalah oleh individu di bawah pengawasan orang yang lebih menguasai pengetahuan terkait (Suardipa, 2020). Kedua yaitu teori scaffolding, di mana dalam teori ini akan terjadi pemberian bantuan kepada individu yang mengalami kesulitan dalam proses belajarnya. Namun, seiring berjalannya waktu pemberian bantuan akan dikurangi secara bertahap hingga akhirnya individu tersebut akan mampu memecahkan masalahnya sendiri (Suardipa, 2020). Intinya teori Vygotsky menganggap kemampuan seseorang akan lebih berkembang apabila dilakukan interaksi secara timbal-balik dengan orang-orang yang berkemampuan lebih. Kelebihan dari teori Vygotsky yaitu mampu meminimalisir kesenjangan individu, memberikan kesempatan bagi mereka untuk berinteraksi sehingga pertukaran ilmu terjadi dengan lebih alamiah dan bahan ajar mudah dipahami. Sedangkan kekurangan teori belajar sosial Vygotsky adalah terbatas pada tindakan atau model yang terlihat sehingga proses belajar tersirat kurang didapatkan secara maksimal (Anwar, 2014).

Terdapat kelebihan dan kekurangan dari teori belajar sosial ini. Kelebihan Teori belajar sosial yang dikembangkan Bandura ini memiliki kelebihan karena teori ini lebih lengkap dari teori belajar sebelumnya, karena menekankan bahwa pengaruh lingkungan dan perilaku seseorang dapat mempengeruhi sistem kognitif orang tersebut. Bandura menjelaskan tingkah laku manusia merupakan reaksi yang timbul akibat adanya interaksi terhadap lingkungan dengan kognitif manusia itu sendiri, bukan hanya semata-mata karena stimulus (Sukma et al.,2014). Sedangkan, kelemahan teori belajar sosial ini sesuai jika diklasifikasikan dalam teori behavioristik. Ini karena Karena teori ini tentang mengamati dam modelling, sudah pasti akan ada individu yang mengamati tingkah laku seseorang yang negative dan akan menirukannya, termasuk perilaku yang bertentangan dengan norma social (Sukma et al., 2014).

Daftar pustaka 

Sukma, M., Ummah, M., & Khahani, M. (2014). Teori Belajar Sosial Institut Agama Islam Negri ( IAIN ).

Suardipa, I Putu. Proses Scaffolding pada Zone of Proximal Development (ZPD) pada Pembelajaran. Jurnal Widyacarya, 4.1 (2020): 79-90.

Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. New York: General Learning Press.


Comments

Popular posts from this blog

Review artikel topik 9&10