Variabel Kondisi Dalam Pembelajaran dan Perencanaan Pembelajaran

 

Ø  Variabel Kondisi Dalam Pembelajaran

    Variabel adalah sesuatu yang dapat berubah dalam cangkupan suatu permasalahan.Variabel ini sangat mempengaruhi jalannya pendidikan. Sebab metode pembelajarran akan  berubah menyesuaikan dengan kondisi-kondisi yang ada. Regeluth dan Merrill (1979),  mengelompokkan  variabel-variabel kondisi pembelajaran menjadi 3 yakni tujuan pembelajaran, karaktersiswa, dan karakter bidang studi dan kendalanya. Pada bagian tujuan pembelajaran dibagi menjadi beberapa aspek yaitu aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Ø  Pengertian Perencanaan Pembelajaran

Perencanaan ialah tahapan yang berhubungan pada sesuatu yang harusdilakukan sebelum pelaksanaan. Proses ini memiliki beberapa peran, diantaranya memiliki arah tujuan atau target dan mengidentifikasi perjanjian yang dibutuhkan melalui proses yang efektif dan efisien. Menurut Herbert Simon (1996), mengemukakan definisi dari perencanaan sebagai proses dari suatu penyelesaian masalah atau seperti halnya solusi dari permasalahan yang dihadapi. Sedangkan, menurut Ali yang dikutip oleh Majid (2005:20). Perencanaan pembelajaran adalah perencanaan guru dan siswa selama proses pembelajaran untuk mencapai tujuan sebelum kegiatan belajar mengajar benar-benar dilaksanakan.Definisi perencanaan pembelajaran dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran merupakan suatu proses dalam memecahkan suatu analisis dengan pemikiran yang logis agar mencapai target dari tujuan pembelajaran itu sendiri, yang dapat disusun melalui metode – metode dalam system proses pembelajaran, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif dan efisien.

Ø  Fungsi Perencanaan Pembelajaran

Fungsi Perencanaan Pembelajaran adalah perencanaan pembelajaran digunakan sebagai penunjuk arah dalam mencapai berhasilnya pelaksanaan pembelajaran, perencanaan pembelajaran sebagai penyusunan materi agar dapat menghemat waktu, tenaga, dan alat. Perencanaan pembelajaran sebagai sarana dalam menumbuhkan kemampuan bagi setiap yang terlibat dalam proses pembelajaran, seperti guru dan siswa. Perencanaan pembelajaran sebagai pedoman dalam menghasilkan sumber belajar, sehingga setiap saat dapat mengembangkan suatu system belajar mengajar.

Ø  Manfaat Perencanaan Pembelajaran

Manfaat Perencanaan Pembelajaran yakni sebagai pendidik dapat menentukan sumber pembelajaran dan menemukan bahan sebagai system proses pembelajaran. Dapat mengembangkan potensi kemampuan pembelajaran, baik dalam diri seorang pendidik maupun pada peserta didik. Dapat dijadikan alat ukur pada proses pembelajaran yang dilalui, juga potensi yang ada dalam peserta didiik, serta mengetahui adanya hamabatan– ham         batan ketika proses pembelajaran.

Ø  Prinsip Dan Peran Pendidik Dalam Perencanaan Pembelajaran

Ada beberapa prinsip perencanaan pembelajaran secara umum, antara lain:

1.      Prinsip Perkembangan. Pada prinsipnya, siswa belajar untuk tumbuh dan akan terus berkembang. Guru bisa menempatkan kemampuan anak-anak dari berbagai usia dan kelas sesuai perkembangannya. Ketika memilih bahan dan metode, guru harus mempertimbangkan dan menyesuaikan dengan kemampuan anak.

2.      Prinsip Perbedaan Individu

Pada dasarnya, setiap individu adalah satu kesatuan yang berbeda satu sama lain. Tidak ada yang sama, baik secara fisik maupun psikologis. Dimiyati dan Mudiyono berpendapat bahwa “siswa itu unik”, artinya tidak ada dua siswa yang persis sama, setiap siswa memiliki perbedaan satu sama lain.

3.      Prinsip Minat Dan Kebutuhan Anak

Setiap anak memiliki minat dan kebutuhannya masing-masing, dalam hal pembelajaran, materi ajar disesuaikan dengan minat dan kebutuhan anak semaksimal mungkin. Pembelajaran harus memperhatikan minat dan kebutuhan, karena keduanya akan menjadi penyebab perhatian. Sesuatu yang diminati dan dibutuhkan oleh anak-anak pasti akan menarik perhatian mereka, sehingga mereka akan serius belajar.

4.      Prinsip Motivasi

Motivasi dalam konteks pembelajaran adalah usaha sadar guru untuk menciptakan

motivasi dalam diri siswa yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Motivasi erat kaitannya dengan minat siswa. Siswa yang tertarik pada bidang studi tertentu cenderung perhatian untuk mempelajari bidang studi itu.

            Peran Pendidik Dalam Perencanaan Pembelajaran, menurut Thomas E. Curtis dan Wilma W. Bidwell, proses pembelajaran di sekolah (ruang kelas) adalah peran guru dalam arti yang lebih spesifik. Artinya, yaitu dalam hubungan antara proses pendidikan dan proses pembelajaran. Peran guru adalah sebagai pendamping belajar sekaligus sebagai penyelenggara lingkungan belajar. Peran pertama berisi peran yang lebih spesifik, seperti : 1) Guru sebagai panutan 2) Guru sebagai perencana 3) Guru sebagai prediktor 4) Guru sebagai pemimpin 5) Guru sebagai pemandu atau penunjuk pusat pembelajaran Dalam perannya sebagai perencana, guru memerlukan jadwal untuk mengembangkan praktik pendidikan. Tujuan umum harus diterjemahkan ke dalam tujuan operasional yang spesifik. Siswa harus dilibatkan dalam rencana tersebut untuk memastikan bahwa mereka relevan dengan perkembangan, kebutuhan dan tingkat pengalaman mereka. Peran ini membutuhkan rencana yang selalu relevan dengan konteks masyarakat, kebiasaan belajar siswa, pengalaman dan pengetahuan siswa, metode  pembelajaran yang tepat, dan konten yang sesuai dengan minat siswa (Zein, 2016).

Comments

Popular posts from this blog

Review artikel topik 9&10