Model-Model Pembelajaran Inovatif
Model
pembelajaran inovatif, model sendiri didefinisikan sebagai suatu kerangka konseptual
dalam melakukan kegiatan. Dalam pendidikan, model pembelajaran adalah suatu
kerangka atau rencana berupa pola pembelajaran, berisi kegiatan pendidik dan peserta
didik untuk mewujudkan kondisi belajar. Maka model pembelajaran inovatif dapat
didefinisikan sebagai suatu kerangka atau rencana berupa pola pembelajaran, berisi
kegiatan pendidik dan peserta didik untuk mewujudkan kondisi belajar, dengan menggunakan
cara baru (Tibahary & Muliana, 2018). Model
pembelajaran inovatif dalam penerapannya terdapat berbagai variasi kegiatan
yang bertahap. Model pembelajaran ini sistemnya berpusat pada peserta didik, sehingga
dapat melatih kemandirian peserta didik dalam memanfaatkan fasilitas belajar,
baik media maupun sumber belajar. Salah satu model pembelajaran inovatif dikembangkan
pada masa pandemi Covid-19 lalu, dalam pembelajaran Rumah Belajar. Pembelajaran
ini, menerapkan beberapa model pembelajaran inovatif diantaranya model discovery-inquiry, flipped classroom, project
based learning, blended learning, berbasis game, dan self organized learning environments
(SOLE)(Chabibie, 2020). Contoh model-model pembelajaran inovasi lainnya yakni model
pembelajaran berbasis proyek, model pembelajaran berbasis blended menggunakan
blog, model pembelajaran berbasis game.
Peran guru dalam model pembelajaran, guru. Kegiatan guru
didalam kelas meliputi dua hal pokok, yaitu mengajar dan mengelola kelas. Kegiatan
mengajar dimaksudkan secara langsung menggiatkan siswa mencapai tujuan-tujuan.
Kegiatan mengelola kelas bermaksud menciptakan dan mempertahankan suasana
(kondisi) kelas agar kegiatan mengajar itu dapat berlangsung secara efektif dan
efisien. (Hidayati & Septiani, 2016) dalam penelitiannya mengisyaratkan
bahwa tingkat pemahaman dan kesiapan guru tentang konsep kurikulum yang
digunakan juga dapat berpengaruh pada kualitas pembelajaran. Hal tersebut tentu
juga akan sangat berpengaruh terhadap kualitas pengelolaan kelas. Pengelolaan
kelas perlu menciptakan suasana gembira atau menyenangkan di lingkungan sekolah
melalui pengelolaan kelas, dengan menjalin keakraban antara guru dan siswa,
maka guru dapat mengarahkan siswa dengan lebih mudah untuk mendorong dan
memotivasi semangat belajar siswa.
Evaluasi model pembelajaran, kegiatan evaluasi sebagai
bagian dari program pembelajaran perlu lebih dioptimalkan. Evaluasi tidak hanya
bertumpu pada penilaian hasil belajar, tetapi juga perlu penilaian terhadap
input, output maupun kualitas proses pembelajaran itu sendiri. Optimalisasi
sistem evaluasi menurut (Djemari Mardapi, 2003) memiliki dua makna, pertama
adalah sistem evaluasi yang memberikan informasi yang optimal. Kedua adalah
manfaat yang dicapai dari evaluasi. Manfaat utama dari evaluasi adalah
meningkatkan kualitas pembelajaran dan selanjutkan akan terjadi peningkatan
kualitas pendidikan. Dalam bidang pendidikan jika ditinjau dari sasarannya,
evaluasi ada yang bersifat makro dan ada yang bersifat mikro. Evaluasi yang
bersifat makro sasarannya adalah program pendidikan, yaitu program yang
direncanakan untuk memperbaiki bidang pendidikan.
Comments
Post a Comment