Tugas review artikel PBM minggu 5/Melly
Melly
Yuni Anjani/ 250321830259/ Tugas review artikel PBM minggu 5/ Topik 4
|
Judul: A Knowledge
Graph-Driven Analysis of the Interlinkages among the Sustainable Development
Goal Indicators in Different Spatial Resolutions |
Androna, C.M.; Mandilara, I.;
Fotopoulou, E.; Zafeiropoulos, A.; Papavassiliou, S. A Knowledge Graph-Driven
Analysis of the Interlinkages among the Sustainable Development Goal
Indicators in Different Spatial Resolutions. Sustainability 2024, 16, 4328. https://
doi.org/10.3390/su16114328 |
|
Aspek |
Uraian |
|
Gap Penelitian |
Sebagian besar studi
sebelumnya menganalisis keterkaitan antar SDG hanya pada tingkat nasional dan
secara silo (terpisah antar indikator). Belum ada kerangka analisis yang
memanfaatkan knowledge graph untuk mengintegrasikan berbagai sumber
data (UN SDG Database, Eurostat) secara semantik, memperbaiki data gaps
melalui imputasi, dan memungkinkan analisis keterhubungan pada berbagai level
spasial (nasional dan regional). |
|
Tujuan |
Mengembangkan dan
menguji SustainGraph, sebuah knowledge graph open-source yang
mengintegrasikan data indikator SDG dari berbagai sumber, memetakan
keterkaitan antar indikator (synergy dan trade-off), serta menyajikan
analisis multi-level spasial untuk mendukung perumusan kebijakan berbasis
bukti. |
|
Metode |
- Data
Pre-processing: Pemilihan indikator dengan metadata filtering, asesmen
kualitas data (coverage temporal & spasial). - Imputasi data: Menggunakan
interpolasi temporal & KNN-imputer untuk mengisi missing values. - Analisis
Korelasi: Korelasi Spearman untuk mengukur hubungan antar indikator. - Knowledge
Graph Construction: Representasi data sebagai node (indikator) dan edges
(hubungan positif/negatif). - Teknik Analisis Masalah Berbasis Data: Mapping
berbasis graph/network analysis — menghasilkan peta visual keterkaitan (graph
mapping) yang menunjukkan sinergi dan trade-off antar SDGs pada level
nasional dan regional. (Pada gambar 1&2 dibawah) |
|
Hasil &
Pembahasan |
- Dari 242 indikator,
183 indikator lolos kriteria untuk analisis nasional (99 UN, 84 EU). -
Ditemukan 476 sinergi (hubungan positif) dan 140 trade-off (hubungan
negatif). - SDG 17 (Partnership), 10 (Reduced Inequalities), 9 (Industry
& Innovation), 8 (Decent Work) muncul sebagai pusat jaringan sinergi
(central nodes). - SDG 7 (Energy) dan SDG 16 (Peace & Justice) paling
sering terlibat trade-off. - Di level NUTS 2 (regional), trade-off lebih
sedikit, menandakan peluang kebijakan daerah untuk lebih sinkron. - Diskusi
menyoroti pentingnya analisis jaringan sebagai alat pengambil keputusan
kebijakan yang mempertimbangkan efek silang antar SDGs. |
|
Novelty (Kontribusi
Asli) |
- Pertama kali
mengintegrasikan data SDG lintas sumber (UN & EU) ke dalam knowledge
graph open-source yang siap pakai. - Menawarkan pendekatan
mapping berbasis graph untuk memvisualisasi dan menganalisis keterkaitan SDGs
secara multi-level. - Menyediakan
kerangka yang replikatif, memudahkan pembuat kebijakan dan peneliti melakukan
pemantauan progres SDG berbasis data. |
|
Keterbatasan |
- Bergantung pada
ketersediaan data resmi (indikator yang tidak lengkap atau terlambat
publikasi mempengaruhi hasil). - Analisis berbasis korelasi → tidak dapat
menunjukkan arah kausalitas. - Data level lokal (mikro) masih minim → hasil
lebih cocok untuk kebijakan nasional/regional daripada desa/kota. - Belum
memanfaatkan sumber data non-tradisional (citizen science, data real-time). |
Comments
Post a Comment