Review artikel 6

 

Melly Yuni Anjani/ 250321830259/ Tugas review artikel PBM Pertemuan 7/ Topik 6

Judul: Service learning via tourism volunteering at university: skill-transformation and SDGs alignment through rite of passage approach

DOI: 10.1108/SAMPJ-12-2022-0639

 

Artikel ini mengeksplorasi implementasi service learning melalui kegiatan tourism volunteering di komunitas Mayan, Mexico, yang dirancang untuk membangun keterampilan keberlanjutan dan mendukung SDGs. Menggunakan kerangka rite of passage, penelitian ini menyoroti transformasi keterampilan mahasiswa dari fase pemisahan, transisi, hingga reintegrasi. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini tidak hanya memperkuat hubungan universitas–komunitas, tetapi juga menghasilkan perubahan sikap, empati sosial, dan kesadaran keberlanjutan. Kebaruan artikel terletak pada penggabungan antara service learning, volunteering tourism, dan SDGs dalam satu model pendidikan berbasis pengalaman yang menjembatani pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Aspek

Uraian

Gap Penelitian

Sebagian besar penelitian tentang service learning hanya menyoroti dampak akademik atau motivasi mahasiswa, belum menggambarkan transformasi identitas dan kompetensi mahasiswa selama proses pengabdian, serta belum mengaitkan secara eksplisit dengan SDGs.

Tujuan

Artikel ini bertujuan untuk:

  1. Menganalisis bagaimana kegiatan tourism volunteering (volunteering berbasis pariwisata) dapat menjadi sarana service learning yang mendukung SDGs.
  2. Mengidentifikasi transformasi keterampilan mahasiswa (soft skills & sustainability skills) selama proses kegiatan.
  3. Menggunakan pendekatan “rite of passage” untuk menjelaskan perubahan yang dialami mahasiswa dalam tiga fase: separation – transition – incorporatio

 

Hasil & Pembahasan

Hasil:

Mahasiswa menunjukkan transformasi keterampilan signifikan, meliputi:

  • Social empathy dan intercultural communication,
  • Leadership dan problem-solving,
  • Kesadaran terhadap nilai keberlanjutan global.

Kegiatan service learning berperan sebagai “rite of passage”:

  • Separation: mahasiswa meninggalkan zona nyaman akademik.
  • Transition: menghadapi realitas sosial dan budaya komunitas Mayan.
  • Incorporation: membawa nilai baru dan keterampilan kembali ke kampus dan karier masa depan

Pembahasan:

       Volunteering berbasis pariwisata menjadi wahana efektif mengajarkan penerapan teori keberlanjutan dalam konteks nyata.

        Kegiatan ini memperlihatkan sinergi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam satu model terpadu.

        Artikel menekankan pentingnya kolaborasi universitas-komunitas global sebagai strategi untuk mengintegrasikan SDGs ke dalam kurikulum pendidikan tinggi

 

Novelty (Kontribusi Asli)

Menggabungkan tourism volunteering dengan service learning sebagai model pengabdian yang selaras dengan SDGs.

Menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian mahasiswa tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga menjadi transformasi profesional dan personal mahasiswa.

 

Mengkaji secara eksplisit bagaimana kegiatan ini mendukung beberapa SDGs sekaligus melalui experiential learning


 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Review artikel topik 9&10