Review artikel minggu 9 PBM

 Melly Yuni Anjani

250321830259 /S2 Pendidikan Fisika

Pembangunan Berkelanjutan untuk Masyarakat

SDGs 3

Judul Artikel: “Mapping of K-12 Science and Mathematics Curriculum against Sustainable Development Goals and Addressing Sustainability Gap”

Author:

Ziad Saida , Nasser Mansoura , Abdullah Abu-Tineha , Mustafa Cevika and Ibrahim Al-Naimib

Analisis:

Artikel ini membahas sejauh mana kurikulum K-12 sains dan matematika di Qatar memuat konten keberlanjutan dengan cara memetakannya terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi sustainability gap (kesenjangan keberlanjutan) dalam kurikulum resmi sekolah publik Qatar. Meski Qatar punya Qatar National Vision 2030 yang menekankan pembangunan berkelanjutan, hasil belajar siswa di PISA dan TIMSS masih rendah. Ada indikasi bahwa kurikulum belum sepenuhnya memasukkan nilai-nilai Education for Sustainable Development (ESD). Penelitian sebelumnya hanya membahas inisiatif kebijakan atau persepsi guru, namun belum ada pemetaan sistematis kurikulum terhadap SDGs. Hasilnya menunjukkan konten SDGs sangat minim dalam matematika dan hanya sebagian di sains, sehingga terungkaplah novelty berupa pemetaan pertama dalam konteks kurikulum Arab serta identifikasi sustainability gap yang jelas, dan berfokus pada dokumen berbahasa Arab, yang sebelumnya jarang diteliti dalam konteks ESD. Memberikan data kuantitatif detail tentang porsi SDGs dalam kurikulum (angka, persentase, distribusi).  Menawarkan rekomendasi praktis: revisi kurikulum, pelatihan guru, pedagogi berbasis proyek/inkuiri, dan integrasi teknologi.

Namun, artikel ini masih dapat ditindak lajuti, pada bagian:

1.      Metodologi

o    Hanya menggunakan keyword search, risiko false positive (kata muncul tapi konteksnya tidak terkait SDGs) dan false negative (isu SDGs muncul tanpa kata kunci yang sesuai).

2.      Kurang Perspektif Kualitatif

o    Tidak ada wawancara guru, analisis implementasi kelas, atau persepsi siswa.

o    Padahal, keberhasilan ESD tidak hanya soal konten kurikulum, tetapi juga praktik pedagogis & budaya sekolah.

3.      Generalisasi Terbatas

o    Fokus hanya pada kurikulum publik Qatar, hasil tidak bisa langsung digeneralisasi ke negara lain dengan sistem berbeda.

o    Tidak membandingkan langsung dengan kurikulum negara yang lebih maju dalam integrasi SDGs.

4.      Tidak Ada Analisis Dampak

o    Artikel berhenti pada pemetaan konten, belum menguji dampaknya terhadap kompetensi siswa (misalnya pemahaman keberlanjutan, sikap terhadap sains/matematika).

Review

Method

Gap

Result

Novelty

content analysis dengan pendekatan kuantitatif deskriptif.

(Untuk menghitung dan memetakan sejauh mana standar kurikulum matematika dan sains K-12 Qatar terkait dengan Sustainable Development Goals (SDGs))

 

Analisis data:

Keyword search method (sustainability curriculum inventory).

·         Menggunakan ±120 kata kunci terkait SDGs (diambil dari UN, UNESCO, AASHE, SDSN).

·         Kata kunci dipetakan ke 17 tujuan SDGs.

·         Pencocokan dokumen: mencari kata kunci dalam standar kurikulum.

·          Tabulasi hasil: menghitung berapa banyak standar yang memuat kata kunci terkait SDGs.

·        Analisis deskriptif kuantitatif: persentase ketercapaian SDGs di setiap mata pelajaran dan setiap tingkat kelas.

 

1.      Kurangnya kajian sistematis tentang seberapa jauh SDGs benar-benar tercermin dalam standar kurikulum matematika dan sains di Qatar.

2.      Studi sebelumnya lebih banyak membahas inisiatif kebijakan atau persepsi guru, tetapi belum ada pemetaan eksplisit standar kurikulum terhadap SDGs.

3.      Khusus pada matematika, sangat sedikit konten yang terhubung ke isu keberlanjutan (hanya 5–7% standar), padahal matematika bisa menjadi alat analisis isu global.

4.      Literatur internasional sudah banyak menekankan pentingnya integrasi SDGs, tetapi dalam konteks kurikulum Arab (termasuk Qatar), penelitian sangat terbatas dan masih underreported

 

1.       

·         Sains, dari 410 standar sains, hanya 53 (12,7%) yang terkait SDGs; SDGs yang paling banyak muncul:

SDG13 (perubahan iklim) – 20 standar. SDG3 (kesehatan) – 14 standar.

SDG12 (konsumsi berkelanjutan) – 12 standar.

SDG7 (energi bersih), SDG2 (ketahanan pangan), SDG15 (biodiversitas).

Distribusi menurut subjek:

Biologi: 30 standar (60%). Kimia: 15 standar (30%).

Fisika: 5 standar (10%).

·         Matematika:

dari 122 standar matematika, hanya 7 (5,7%) yang terkait (Topik yang muncul: daur ulang sampah (SDG12), kesehatan (SDG3), pertumbuhan penduduk (SDG1), konsumsi bahan bakar (SDG13)).

Mayoritas latihan hanya “real-life” sederhana (uang, bisnis, olahraga), tanpa isu global besar. SDGs yang paling banyak tercermin: SDG13 (perubahan iklim), SDG15 (kehidupan di darat), SDG3 (kesehatan), SDG12 (konsumsi/produksi berkelanjutan). Sehingga, matematika hampir mengabaikan isu keberlanjutan.

2.      Sains punya konten lebih relevan dengan SDGs, tetapi masih terbatas & fragmentaris.

3.      Banyak isu global utama belum tercakup: transportasi berkelanjutan, ketimpangan sosial, energi terbarukan secara menyeluruh, dsb.

4.      Kurikulum terlalu fokus pada tes standar, bukan pembelajaran kontekstual (kurikulum cenderung fokus pada hafalan konsep disipliner, bukan aplikasinya pada isu nyata)

5.      Ada sustainability gap besar antara visi Qatar National Vision 2030 dengan kurikulum nyata di kelas

 

1.      Studi pertama yang memetakan kurikulum sains & matematika K-12 Qatar terhadap SDGs menggunakan keyword-inventory approach.

2.      Fokus pada dokumen kurikulum Arab, yang sebelumnya jarang diteliti.

3.      Memberi data kuantitatif detail tentang sustainability gap di kurikulum Qatar (hanya 12,9% standar sains dan 5,7% standar matematika yang terkait langsung dengan SDGs).

4.      Menyediakan rekomendasi praktis untuk pengembangan kurikulum dan pelatihan guru (pengembangan kurikulum, pelatihan guru, penggunaan pedagogi berbasis inkuiri/proyek, serta integrasi ICT untuk mendukung pembelajaran keberlanjutan).

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Review artikel topik 9&10