Tindak Lanjut artikel 9&10
Melly Yuni Anjani/ 250321830259/ Metodologi Penelitian Kuantitatif/ Tugas tindak lanjut artikel TOPIK 9&10
Artikel 1
review: Discovering Internal Validity
Threats and Operational Concerns in Single‑Case Experimental Designs
Through Directed Acyclic Graphs https://doi.org/10.1007/s10648-024-09962-2
Artikel 2
Review: Using Experimental Designs to Study Entrepreneurship Education: A
Historical Overview, Critical Evaluation of Current Practices in the Field, and
Directions for Future Research, DOI: 10.1177/25151274231161102
Artikel 3 review: Experimental and quasi-experimental designs in
implementation research https://doi.org/10.1016/j.psychres.2019.06.027
Artikel 4 review: The
quality of experimental designs in mobile learning research: A systemic review
and self-improvement tool https://doi.org/10.1016/j.edurev.2019.05.001
Artikel 5 review: Threats
to Internal Validity in Multiple-Baseline Design Variations https://doi.org/10.1007/s40614-022-00326-1
TINDAK LANJUT
|
Artikel |
Metode |
Tujuan |
Keterbatasan |
Novelty Utama |
|
Discovering Internal Validity
Threats and Operational Concerns in Single‑Case Experimental
Designs Through Directed Acyclic Graphs |
Kajian metodologis
konseptual, mengadaptasi teori DAGs dari ilmu statistik/epidemiologi ke
SCEDs. Studi kasus ilustratif untuk menunjukkan penerapan DAGs pada masalah
validitas (misalnya replikasi, randomisasi, carryover effects). |
Memperkenalkan Directed Acyclic
Graphs (DAGs) untuk memetakan ancaman validitas internal dan masalah
operasional dalam SCED. Memberikan alat konseptual untuk meningkatkan
transparansi dan akurasi inferensi kausal |
Masih pada level
konseptual, belum banyak bukti empiris implementasi di lapangan. Membutuhkan
literasi statistik yang cukup tinggi sehingga sulit diakses oleh praktisi
non-metodologis. Fokus hanya pada validitas internal, belum menyentuh
validitas eksternal. |
Penerapan pertama DAGs ke SCEDs,
menjembatani metodologi pendidikan/psikologi dengan pendekatan kausal
inferensi modern. Memberikan kerangka visual yang praktis dan intuitif bagi peneliti |
|
Using Experimental Designs to
Study Entrepreneurship Education: A Historical Overview, Critical Evaluation
of Current Practices in the Field, and Directions for Future Research |
Systematic Literature Review
(SLR). |
Memberikan gambaran historis
tentang penggunaan desain eksperimental dalam penelitian kewirausahaan. Melakukan
analisis kritis terhadap praktik yang ada. Menawarkan agenda penelitian ke
depan dengan rekomendasi penggunaan eksperimen yang lebih kuat |
Hanya berbasis tinjauan
literatur, tidak ada data empiris baru. Fokus terbatas pada pendidikan
kewirausahaan, sehingga generalisasi ke bidang lain terbatas. |
Memberikan historical mapping
yang sistematis tentang eksperimen dalam pendidikan kewirausahaan. Menawarkan
agenda metodologis untuk meningkatkan kualitas riset. . |
|
Experimental and
quasi-experimental designs in implementation research |
naratif/konseptual (tidak ada
pengumpulan data primer) |
bertujuan memberikan tinjauan
praktis bagi peneliti implementation science tentang pilihan desain penelitian
eksperimental dan kuasi-eksperimental yang tepat untuk menjawab pertanyaan
implementasi. Penulis ingin menjelaskan bagaimana desain-desain (mis. RCT
klaster, factorial/optimization trials, SMART, pre–post non-equivalent,
interrupted time series, stepped-wedge) bekerja dalam konteks implementasi,
termasuk kekuatan, kelemahan, dan trade-off antara validitas internal,
validitas eksternal, feasibilitas dan etika,serta memberi contoh studi nyata
yang mengilustrasikan penerapan tiap desain. |
Karena naratif (non-kuantitatif),
artikel tidak menyediakan meta-analisis atau perbandingan kuantitatif
teragregasi yang menunjukkan seberapa konsisten estimasi efek antar-desain;
bukti empiris relatif disajikan sebagai contoh kasus. Pembahasan tentang penanganan
time-varying confounders kompleks (mis. intervensi simultan yang memengaruhi
outcome pada ITS) bersifat umum; panduan langkah demi langkah praktis kurang
tersedia. Diskusi biaya/logistik penerapan
desain besar (mis. trade-off waktu, sumber daya antara stepped-wedge dan
parallel RCT) dibahas secara ringkas tanpa analisis ekonomis rinci—padahal
hal ini krusial untuk keputusan desain di lapangan. |
integrasi
menyeluruh antara desain eksperimental dan kuasi-eksperimental dalam konteks
implementation science. |
|
The quality of
experimental designs in mobile learning research: A systemic review and
self-improvement tool |
systematic review |
untuk menginvestigasi kualitas
desain eksperimen pada studi mobile-learning dan menyediakan alat bagi
peneliti untuk melakukan self-check dan perbaikan desain
eksperimen. . |
Batasan sumber: hanya mencari di
ERIC dan ISI/SSCI dan hanya artikel berbahasa Inggris dalam jurnal
peer-review (tidak termasuk konferensi, laporan teknis, atau literatur
berbahasa lain) — ini dapat memengaruhi cakupan. Periode temporal terbatas:
hanya sampai 2016 (pencarian sampai 31 Des 2016), sehingga perkembangan
metodologi setelah 2016 tidak tercover. Fokus utama pada validitas
internal, konstruktif, dan konklusi-statistik; eksternal validity
(generalizability) mendapat perhatian kurang mendalam dalam pengkodean
kuantitatif meskipun dibahas secara naratif |
Kebaruan artikel ini terletak
pada upayanya untuk mengkuantifikasi kualitas desain eksperimen dalam
penelitian mobile learning secara sistematis dan komprehensif |
|
Threats to
Internal Validity in Multiple-Baseline Design Variations |
metodologis dan konseptual
(literature-based critical analysis) |
untuk menjelaskan dan mengkritisi
asumsi bahwa desain multiple baseline nonconcurrent kurang valid dibandingkan
concurrent, serta mengidentifikasi cara bagaimana keduanya mengontrol ancaman
validitas internal (maturation, testing/session experience, coincidental
events).. |
Tidak menyajikan data empiris
baru (bersifat konseptual/teoretis). Aplikasi praktis untuk penelitian
applied behavior analysis masih perlu diuji secara empiris. Masih membutuhkan validasi lewat
studi simulasi atau meta-analisis untuk mengukur efektivitas rekomendasi |
Artikel ini adalah menggeser
fokus dari anggapan lama bahwa desain concurrent selalu lebih unggul ke
pemahaman bahwa nonconcurrent multiple baseline dapat sama kuatnya bila lag
antar-tier dirancang tepat. |
Dari
kelima artikel diatas, saya memiliki usulan baru atau novelty dengan judul
penelitian:
Integrating Directed Acyclic Graphs and
Multiple-Baseline Analysis to Strengthen Causal Inference in Educational
Experiments
Artikel
ini mengusulkan kerangka metodologi integratif yang menggabungkan Directed
Acyclic Graph (DAG) dengan Multiple-Baseline Design (MBD) untuk memperkuat
inferensi kausal dalam eksperimen pendidikan. Meskipun MBD menawarkan replikasi
temporal, MBD seringkali menghadapi ancaman terhadap validitas internal dan
keterbatasan kendali atas variabel pengganggu. DAG menyediakan alat grafis
untuk mengidentifikasi struktur kausal dan memitigasi bias. Dengan
menggabungkan pendekatan-pendekatan ini, penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan model konseptual dan mendemonstrasikan penerapannya menggunakan
data intervensi pendidikan simulasi maupun nyata. Integrasi ini menawarkan
jalur baru untuk meningkatkan validitas internal, ketelitian analitis, dan
interpretasi kausal dalam penelitian eksperimental skala kecil di bidang Pendidikan.
Dengan
tujuan:
- Mengembangkan
model konseptual yang mengintegrasikan Directed Acyclic Graphs (DAGs)
ke dalam proses perancangan dan analisis multiple-baseline design
dalam penelitian pendidikan.
- Menunjukkan
bagaimana integrasi ini dapat memperkuat inferensi kausal dan mengurangi
ancaman terhadap validitas internal.
- Memberikan
panduan praktis (framework) bagi peneliti pendidikan untuk menerapkan
kombinasi DAG–MBD dalam studi eksperimental skala kecil.
- Menguji
model tersebut secara empiris melalui studi simulasi atau studi kasus
terapan (misalnya dalam konteks pembelajaran intervensi berbasis teknologi
atau strategi belajar tertentu).
Dengan
pendekatan mixed-method methodological study, dengan novelty menggabungkan
dua pendekatan yang sebelumnya berdiri sendiri — Directed Acyclic Graphs
(DAGs) dari ilmu data/epidemiologi dan Multiple-Baseline Design (MBD)
dari psikologi pendidikan — untuk meningkatkan kekuatan inferensi kausal, menghasilkan
framework praktis bagi peneliti pendidikan agar dapat mendesain dan
menganalisis eksperimen dengan kesadaran kausal yang lebih tinggi, serta memberikan
alat baru untuk mendeteksi hidden confounding variables dalam eksperimen
pendidikan skala kecil, yang jarang dikontrol secara eksplisit.
Comments
Post a Comment